KEGIATAN RELIGI HADAPI GLOBALISASI BUDAYA

KEGIATAN RELIGI HADAPI GLOBALISASI BUDAYA

Religiusitas atau keagamaan seseorang ditentukan dari banyak hal, di antaranya: pendidikan keluarga, pengalaman, dan latihan-latihan yang dilakukan pada waktu kita kecil atau pada masa kanak-kanak. Seorang remaja yang pada masa kecilnya mendapat pengalaman-pengalaman agama dari kedua orang tuanya, lingkungan sosial dan teman-teman yang taat menjalani perintah agama serta mendapat pendidikan agama baik di rumah maupun di sekolah, sangat berbeda dengan anak yang tidak pernah mendapatkan pendidikan agama di masa kecilnya, maka pada dewasanya ia tidak akan merasakan betapa pentingnya agama dalam hidupnya. Orang yang mendapatkan pendidikan agama baik di rumah maupun di sekolah dan masyarakat, maka orang tersebut mempunyai kecenderungan hidup dalam aturan-aturan agama, terbiasa menjalankan ibadah, dan takut melanggar larangan-larangan agama (Syahridlo, 2004).

Di era globalisasi, budaya global akan masuk ke negara mana saja termasuk ke Indonesia. Dengan globalisasi budaya semacam ini, budaya lokal akan semakin luntur. Tradisi berpamitan ke sekolah dan mencium tangan orang tua adalah tradisi khas masyarakat kita, Begitu juga siswa mencium tangan bapak/ibu guru ketika bertemu juga tradisi baik yang perlu dilestarikan.

Di SMP Negeri 26 Malang, kegiatan religi  diantaranya :

  1. Siswa berjabat tangan  dengan guru ketika masuk halaman sekolah .
  •  Siswa putri berjabat tangan dengan guru putri, dan siswa putra berjabat tangan dengan guru putra.Karena masing-masing guru/siswa sudah berwudhu dari rumah untuk langsung mengaji Al-Qur’an sebelum dimulainya Kegiatan Bealajar Mengajar (KBM).
  • IMTAQ

Kegiatan IMTAQ dilakukan tiap hari di pagi hari oleh perwakilan siswa didampingi salah satu guru  , sebelum peserta didik mendapatkan materi pembelajaran.adapun kegiatan yang dilakukan adalah:

1.Pembacaan Asmaul Husna    Di harapkan siswa mampu melafadkan dan menghafalkan 99 nama yang baik bagi Allah sekaligus mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.dan di harapkan pula yang tercermin di dalamnya :a) Penciptaan suasana religius; b) Pemahaman nilai-nilai agama kepada para siswa; c) Keteladanan

Pembacaan AL Qur’an

  •     Kegiatan ini dilaksanakan tiap hari setelah pembacaan Asma’ul Husna dengan harapan : a) Siswa gemar membaca Al Qur’an; b)Terbiasa membaca Al Qur’an; c) Bukti kecintaan kepada Allah.
  • Keputrian

   Kegiatan keputrian yang dilaksanakan di SMP Negeri 26 Malang merupakan salah satu program guru PAI yang ditujukan kepada siswa muslim putri  dilaksanakan tiap hari Jum’at ,  bersamaan ketika siswa muslim laki-laki melaksanakan sholat Jum’at. Tujuan kegiatan keputrian di SMP Negeri 26 Malang :  Menambah pengetahuan tentang keputrian , yang meliputi  berbagai bidang  ( Fiqih wanita, Akhlaq atau Etika cara bergaul).

  • Peringatan Maulid Nabi

     Tujuan diadakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi adalah  :a) Meningkatkan rasa cinta terhadap nabi Muhammad SAW,b) Menerapkan  sepuluh pembiasaan berakhlakul karimah dan c) menerapkan konsep keagamaan yang lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

  • Peringatan tahun baru islam

Peringatan tahun baru Islam dilaksanakan dengan harapan warga SMP Negeri 26 meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan memperbaharui keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Pada peringatan tersebut mengadakan serangkaian kegiatan yaitu: Ceramah Agama, , Bakti Sosial, dan Lomba Adzan.

  1. Lomba Adzan
  2. Lomba Qiro’ah
  3. Lomba Kaligrafi
  • Baca Tulis Qur’an (BTQ) yang merupakan ekskul wajib siswa kelas VIII
  • Kegiatan Kerohanian agama Kristen / Katholik yang diasuh oleh guru mapel Pendidikan Agama Kristen

Kegiatan doa pagi siswa pemeluk agama Kristen dan Katolik

Penulis  : Endang Galih W

Guru Mapel  IPS

SEMINAR KARYA ILMIAH UNTUK KENAIKAN PANGKAT GURU DI SMP NEGERI 26 MALANG

SEMINAR KARYA ILMIAH UNTUK KENAIKAN PANGKAT GURU DI SMP NEGERI 26 MALANG

Menurut wikipedia , karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil dari penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

 Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah, seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya merupakan hasil dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang ada dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Merujuk Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi ( PermenPAN & RB) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru yang ingin naik jenjang menjadi golongan III-b ke atas wajib membuat karya tulis sebagai bukti profesional dalam tugasnya.

Pada hari Rabu, 12 Desember 2018, SMP Negeri 26 Malang  telah menyelenggarakan acara seminar pendidikan yang bertemakan. “Seminar Karya Ilmiah Guru-guru yang mengajar di  SMP Negeri 26     Malang”. pukul 07.00 sampai pukul 15.00 WIB. Tempat dilaksanakan di ruang Kelas IX C SMP Negeri 26 Malang Jalan Ikan Gurami 36 Malang. Adapun tujuan diadakan seminar ini untuk memberikan kesempatan  guru – guru SMP terutama yang mengajar di SMPN 26 Malang  agar dapat mempresentasikan hasil karya ilmiah yang akan   digunakan untuk mengajukan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Secara sekilas, acara tersebut terbilang cukup sukses. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang banyak, kurang lebih 45 orang.

Pada acara tersebut panitia menghadirkan 8 orang penyaji. Yang mana masing-masing penyaji membicarakan hal  yang berkaitan dengan pendidikan khususnya kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar.. Salah seorang penyaji pada acara tersebut adalah ibu kepala sekolah, Dra. Hj Pancayani Dinihari, M.Pd yang memotivasi sehingga kegiatan seminar dapat terlaksana.

Seminar tersebut diawali dengan sesi perkenalan diri daripada para penyaji. Penelitian salah satu penyaji, Endang Galih W yang dilatar belakangi oleh kurangnya hasil belajar mata pelajaran IPS di mana salah satu faktor penyebabnya adalah persepsi siswa tentang metode mengajar guru. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar. Persepsi siswa tentang metode mengajar guru merupakan proses siswa menerima dan menanggapi tentang cara mengajar yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas agar tercipta suatu kondisi belajar yang efektif, khususnya dalam penyampaian materi pelajaran Acara ini dipandu oleh salah seorang moderator didampingi seorang notulis.. Antusiasme peserta seminar terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para penyaji.

Penulis : Endang Galih Wasiati

Guru Mapel IPS

KUNJUNGAN DARI PEMERINTAH AUSTRALIA  KE SMP NEGERI 26 MALANG

KUNJUNGAN DARI PEMERINTAH AUSTRALIA KE SMP NEGERI 26 MALANG

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sejak tahun 2007 menjalin kerjasama dengan pemerintah Australia. Adapun kerjasamanya adalah program Kerjasama Pemerintah Australia ( KPAI ) yang salah satunya adalah memberikan bantuan pembangunan pendidikan untuk Sekolah Menengah Pendidikan ( SMP ) di Indonesia untuk meninjau fasilitas sekolah, kegiatan siswa dan sarana prasarana yang lain, yang mana SMP Negeri 26 Malang adalah salah satu sekolah hibah dari Pemerintah Australia. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah Australia yang diwakili oleh Minister Counsellor For Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia, Fleur Davies, Kemendikbud, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang

Sambutan Wakil Wali Kota Malang
Foto bersama pengisi acara dengan salah satu

Penulis :  Uun Admiyarsih

                 Guru Mapel PAI

E-PEMILOS

E-PEMILOS

Terhitung, sudah enam kali sekolah mengadakan pemilihan ketua OSIS dan sudah tiga kali di SMP Negeri 26 menerapkan system pemilihan berbasis elektronik.

            E-Pemilos  bertujuan mengenalkan siswa pada system demokrasi langsung yang transparan serta dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih sosok pemimpin OSIS.

Siswa bisa memahami pentingnya memilih pemimpin mulai dari sekolah, mereka juga dapat menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin.

            Dengan system pemilihan berbasis elektronik, pihak sekolah tidak perlu lagi mencetak kertas suara. Hal ini juga sangat mendukung program green teknologi. Caranyapun sangat mudah, para siswa hanya mengklik gambar calon ketua OSIS, dan panitia penyelenggara tidak mengetahui siapa memilih siapa dalam pemungutan suara tersebut. Dan hasilnya pun akan lebih akurat, pengumuman suara selesai maka dilakukan proses penutupan dan  hasil pemilu ini nanti sudah dapat diketahui jumlah pemilih dan berapa yang golput dan otomatis sudah terhitung angka pemenang ketua OSIS.

Kegiatan Pemilihan OSIS

Kalau  sudah terpilih ketua dan wakil OSIS terpilih secara Online, selanjutnya akan membentuk kepengurusan dan menyusun program kerja kepengurusan untuk satu tahun ke depan.   

Malang, 14 Agustus 2019

    Pembina OSIS Masa Bhakti 2017-2018 s.d 2018 -2019

Niswatul Ulfah, S.Pd.  

SOSIALISASI KEPADA SISWA TENTANG NARKOBA DAN TERTIB LALU LINTAS DARI PIHAK KEPOLISIAN

SOSIALISASI KEPADA SISWA TENTANG NARKOBA DAN TERTIB LALU LINTAS DARI PIHAK KEPOLISIAN

  1. Sosialisasi Narkoba

             Salah satu pemicu timbulnya konflik sosial dan gangguan ketertiban  umum adalah penyalahgunaan  narkoba di masyarakat termasuk ke kalangan pelajara. Untuk melindungi generasi muda di lingkungan sekolah berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, pihak sekolah bekerjasama dengan pihak BNN ( Badan Narkotika Nasional ) mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Salah satu sekolah yang dituju adalah SMP Negeri 26 Malang.

Motif ingin tahu bagi kalangan generasi muda, setelah itu ingin mencobanya. Misalnya dengan mengenal narkotika, minuman keras atu bahan berbahaya lainnya. Adanya kesempatan karena orang tua sibuk, kurang kasih sayang dari orang tua atau karena berasal dari keluarga yang broken home, menjadi faktor penyebab lainnya.

Pesan kesan dari siswa tentang kegiatan sosialisasi Narkoba dari BNN

Petugas dari BNN Sosialiasi Narkoba

2. Sosialisasi Tata Tertib Lalu Lintas

Memperkenalkan tata tertib lalu lintas sangat berguna untuk kalangan pelajar, selain menghilangkan kesan angker terhadap sosok polisi di mata anak-anak. Tujuan lainnya untuk membangun rasa empati terhadap pihak kepolisian sejak dini. Usia pelajar SMP cenderung masih emosinya masih labil, jadi jika berada di jalan akan muncul rasa khawatir bagi orang tua dan juga guru di sekolahnya

Babinkamtibmas wilayah Lowokwaru memberi sosialisasi tata tertib lalu lintas

Penulis  : Uun Admiyarsih

   Guru  Mapel PAI

× Ada yang bisa dibantu?